Top
Kamis, 03 Oktober 2024 | Parenting

Demi meningkatkan kewaspadaan pada bencana alam, seperti gempa Megathrust, Ayah Bunda perlu memberikan edukasi kepada Si Kecil. Si Kecil mungkin belum terlalu memahami sepenuhnya apa itu Megathrust. Namun, Ayah Bunda bisa mengajarkan kepadanya tentang langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri. Dapatkan LKA GRATIS: Lembar Kerja Kreatif, Edukatif, dan Inovatif Dengan memberikan edukasi sedini mungkin, Ayah Bunda akan meningkatkan kesadaran kepada SI Kecil tentang pentingnya sikap waspada dan siaga. Ayah Bunda bisa mengedukasi SI Kecil dengan cara yang sederhana, menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami. Artikel Terkait:- Inilah 8 Ide Aktivitas Edukasi Waspada Bencana Banjir untuk TK - PAUD- Jika Terjadi Gempa, Ini Yang Perlu Dilakukan Anak dan Remaja Inilah beberapa cara meningkatkan pemahaman Si Kecil tentang Megathrust dan menumbuhkan sikap antisipasi bila bencana itu benar-benar terjadi, terutama bagi Si Kecil yang berusia 5-6 tahun. KABI (Kisah Teladan Nabi): Animasi Pengembangan Karakter Islami   1. Mengenalkan “Apa Itu Megathrust?” Ayah Bunda bisa menjelaskan tentang Megathrust dengan buku atau video dongeng. Atau, Ayah Bunda bisa menceritakannya dengan bahasa sederhana, misalnya dengan cerita sebagai berikut: Bumi adalah nama planet tempat kita tinggal. Bumi terdiri atas lautan dan daratan. Pada suatu hari, di bawah laut, dua lempeng besar bertemu. Terkadang, mereka bertabrakan dengan keras. Hal ini menyebabkan permukaan bumi bergetar hebat. Inilah yang dinamakan sebagai Megathrust! Getaran ini bisa menyebabkan air laut menjadi naik ke darata. Inilah yang disebut tsunami. Tetapi jangan khawatir, kita bisa belajar cara berlindung dan mencari tempat aman! Baca juga: Jika Terjadi Gempa, Ini Yang Perlu Dilakukan Anak dan Remaja 2. Menceritakan Fabel Ayah Bunda juga bisa mengenalkan Megathrust dengan dongeng fabel. Berikut ini adalah contohnya: Pada suatu hari, laut terlihat begitu tenang. Namun, tiba-tiba ada seekor kura-kura besar bernama Mega asyik bermain dengan seekor paus yang berukuran tidak kalah besar, bernama Thrust. Karena dorongan Mega yang begitu kuat, Thrust pun terpental jauh. Saat Thrust jatuh, gelombang air menjadi naik. Karang dan daratan menjadi bergetar hebat. Bahkan, gelombang air bisa sampai daratan dan merusak beberapa rumah penduduk. Setelah kejadian itu, mereka berjanji, tidak akan bercanda atau bermain yang berlebihan. Karena hal itu bisa membahayakan bumi dan makhluk di sekitarnya. Agar lebih seru, Ayah Bunda bisa membuat gambar-gambarnya terlebih dahulu. Sehingga Si Kecil bisa memahaminya dengan lebih mudah dan semakin fun. 3. Memanfaatkan Mainan dan Benda Sekitar Siapkan dua buah meja dan aneka mainan, misalnya mainan lego. Letakkan dua mejadi dengan jarak yang berdekatan. Lalu, bangunlah sebuah bangunan dengan mainan lego dan tempatkan aneka mainan seperti orang-orangan atau mobil-mobilan. Setelah mainan tersusun di atas meja, gerakkan satu meja mendekati dan menabrak meja yang lain. Hal ini akan menyebabkan mainan yang tadinya tersusun rapi menjadi berantakan. Jelaskan kepada Si Kecil, bahwa itulah sedikit gambaran saat Megathrust terjadi. Ajarkan pula cara melindungi diri dan yang terpenting ikuti instruksi Ayah Bunda atau orang yang dipercaya. Baca juga: EDUKASI MUDAH Pencegahan BANJIR dengan GAMES ASYIK | PAUD Usia 4-5 Tahun 4. Praktik Latihan Evakuasi Sederhana Praktik Drop, Cover, and Hold On Drop adalah gerakan tiarap atau berjongkok di atas lantai. Cover adalah gerakan melindungi kepala. Gerakan melindungi kepala bisa menggunakan kedua tangan, benda yang tebal (misalnya buku, atau papan) atau berlindung di bawah meja. Sedangkan Hold On adalah tindakan berpegangan tangan dengan tetap melindungi bagian kepala. Jelaskan kepada SI Kecil pentingnya melindungi bagian kepala, karena termasuk bagian tubuh yang vital (terdapat otak). Ajari pula agar SI Kecil perlu menjauhi benda yang bisa terjatuh, misalnya lemari atau pigura. Baca juga: 8 Ide Aktivitas Edukasi Waspada Bencana Banjir untuk TK - PAUD 5. Menyiapkan Jalur Evakuasi Ajak SI Kecil menentukan “zona aman” di rumah. Zona aman di rumah tentunya yang jauh dari benda-benda yang berkemungkinan jatuh saat terjadi gempa atau bagian rumah yang memiliki pondasi kuat dan atap yang kuat atau bagian rumah yang tidak beratap (misalnya di sekitar taman). Jelaskan kepada Si Kecil bahwa saat terjadi gempa, diusahakan agar penghuni rumah tidak berada di kamar atau di dalam rumah terlalu lama. Ayah Bunda bisa menjelaskan jalur aman saat semua penghuni rumah perlu keluar dari rumah. Dengan melakukan aneka kegiatan di atas, semoga Si Kecil akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat dan kewaspadaan, kepercayaan diri serta ketenangan yang baik bila bencana alam Megathrust benar-benar terjadi. Si Kecil tidak terlalu merasa takut, karena ia percaya bahwa Ayah Bunda siap melindunginya. Baca juga:  MUDAH: Kumpulan PERMAINAN Anak PAUD EDUKASI BENCANA BANJIR | Mitigasi Bencana Kategori Usia TK 4-5 Tahun Sumber Referensi: 1. Researchgate.net. (2023).I mplications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic [1] 2. Smartcity.jakarta.go.id. (2024). Tips siaga gempa bumi megathrust [2]

Jumat, 20 September 2024 | Edukasi

Anak didik PAUD usia Kelompok Bermain atau 3-4 tahun perlu belajar pengenalan topik mitigasi bencana kebakaran. Adapun, sub topik penting yang perlu diajarkan adalah tentang pengenalan bahaya api. GRATIS Lembar Kerja Anak: Unduh di Platform Educa Studio Anak didik di usia 3-4 tahun perlu belajar dengan cara yang menyenangkan, tidak membuat anak trauma, dan tentu saja, tetap mengutamakan keamanan serta keselamatannya. Inilah beberapa kegiatan yang bisa menjadi bahan pembuatan modul ajar harian atau rencana pembelajaran harian bagi guru untuk mengajar anak-anak didiknya. Artikel Terkait: - RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Air - Modul Ajar dan RPP PAUD Tema Air Udara Api, Topik Kendaraan Air - Kurikulum Merdeka Belajar 1). Pengenalan Api dengan Media Menarik Siapkan sebuah cerita bergambar yang menceritakan tentang api. Salah satu contoh cerita sederhana adalah berikut ini: "Si Api Mungil yang Baik Hati" Di sebuah dapur, Si Api Mungil selalu membantu ibu-ibu memasak dengan hati-hati. “Kalau aku terlalu besar, aku bisa membuat masakan ibu-ibu menjadi gosong”, kata Si Api Mungil”. Saat lampu mati, Si Api Mungil akan menyala pada sebuah lilin. Ia akan membuat ruangan menjadi terang. Pada saat itu pula, Si Kertas dan Kain mendekati Si Api Mungil. Namun, Si Api Mungil berkata, “Maaf kawan, bukannya saya tidak mau berteman. Kalau kita bersentuhan, saya bisa membakar kalian”. Meski menjaga jarak, Si Api Mungil tetap bersahabat dengan Si Kertas dan Si Kain. Lalu, ajak anak didik berdiskusi secara interaktif tentang dongeng di atas. Baca juga: RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Api 2). Bermain “Benda yang Aman dan Tidak Aman Disentuh” Siapkan aneka gambar bentuk benda yang tidak aman disentuh (karena panasnya api), misalnya lilin menyala, kompor menyala, korek api, kayu terbakar, serta benda lain. Siapkan pula aneka gambar bentuk benda yang aman disentuh, seperti pensil, botol, buku, dan benda lainnya. Lalu, tanyakan pada anak didik, "Mana yang aman untuk disentuh, dan mana yang berbahaya untuk disentuh?" Tujuan permainan ini adalah untuk memperkenalkan kepada anak-anak didik tentang bahaya benda yang sedang menyala karena api. Baca juga: 17 Aktivitas PAUD & TK Tema Bahaya Api untuk Anak Usia 4-5 Tahun 3). Bernyanyi atau Membaca Puisi Tentang Api Ajak anak-anak didik bernyanyi lagu tentang bahaya api. Berikut ini adalah salah satu syair lagu sederhana tentang bahaya api: Api menyala terang dan merah,Jangan dekati karena bahaya,Kompor, lilin, dan korek api menyala,Hati-hati jangan mendekatinya Lakukan diskusi tanya jawab interaktif setelah membaca syair di atas. Baca juga: 7 Aktivitas Simpel PAUD untuk Belajar Profesi Pemadam Kebakaran 4). Bermain “Menjadi Pemadam Kebakaran” Tempelkan gambar api atau benda terbakar (misalnya rumah terbakar, pohon terbakar, dan lainnya) di beberapa sekitar kelas. Tempelkan pula gambar-gambar aneka bentuk benda yang aman dari api (tidak terbakar). Lalu, beri anak didik botol semprot berisi air, serta ajak mereka "memadamkan api" dengan menyemprotnya. Aktivitas ini mengajarkan bahaya api dan pentingnya segera memadamkannya jika terjadi kebakaran. Anak didik juga belajar peran pemadam kebakaran secara interaktif sambil melatih koordinasi motorik. KABI (Kisah Teladan Nabi): Membantu Kembangkan Karakter dan Ilmu Agama Anak Indonesia 5). Bermain “Menyusuri Jalan Berapi” Buat jalur di lantai dengan pita merah sebagai “api” dan pita hijau sebagai “jalur aman.” Jelaskan kepada anak didik bahwa mereka harus berjalan di jalur hijau dan menghindari pita merah yang merupakan jalur berbahaya. Jelaskan kepada anak didik jika permainan ini perlu dilakukan dengan ketenangan dan kesabaran. Aktivitas ini mengajarkan pentingnya menghindari api dan melatih kesabaran, keterampilan motorik, dan keseimbangan anak, serta mengajarkan kepada anak didik akan pentingnya kesabaran dan tidak boleh terlalu panik saat ada kebakaran. Mudah sekali bukan, aneka permainan dan kegiatan di atas? Pasti anak-anak didik usia KB (3-4 tahun) akan bergembira hati melakukannya. .Sumber Referensi: 1. Cityfire.co.uk. (2023). How to teach children about fire safety [1] 2. Naeyc.org. (2023). Preschooler fire safety [2]